Kami merangkum kabar resmi seputar Work and Holiday Visa Subclass 462 yang
berdampak langsung bagi pemohon dari Indonesia. Setiap poin mencantumkan sumbernya
supaya kamu bisa memeriksanya sendiri.
Penting
Australia Menjeda Permohonan WHV Subclass 462 dari Indonesia
Pertengahan Agustus 2026, Department of Home Affairs menghentikan sementara penerimaan permohonan Work and Holiday Visa Subclass 462 dari 24 negara, termasuk Indonesia. Perubahan ini tidak diumumkan lewat siaran pers, melainkan diperbarui langsung di halaman status kuota di situs resmi mereka.
Indonesia termasuk di antara 24 negara yang permohonannya dijeda. Negara lain di daftar itu antara lain Spanyol, Argentina, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Yang masih menerima permohonan tinggal lima negara: San Marino, Turki, Tiongkok, India, dan Vietnam.
Subclass 417 (Working Holiday, jalur negara yang berbeda) tidak terkena penjedaan ini.
Pemohon yang sudah mengajukan setelah 1 Juli diminta menunggu, tanpa disebutkan sampai kapan.
Home Affairs menyatakan penjedaan dipakai untuk mengatur laju permohonan sepanjang tahun program, bukan berarti kuota hangus.
Artinya buat kamu
Jeda ini menyangkut kapan permohonan bisa diajukan, bukan penghapusan program. Kuota tahunan Indonesia sebesar 5.000 visa pertama tetap ada. Namun selama jeda berlaku, tidak ada yang bisa memastikan kapan pendaftaran dibuka lagi, sehingga waspadai pihak mana pun yang menjanjikan tanggal pasti atau menawarkan jalur cepat.
Australia Menyetujui Sistem Ballot untuk Indonesia, Belum Berlaku
Australia menyetujui usulan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mengganti sistem rebutan SDUWHV dengan undian acak (ballot). Persetujuan disampaikan Assistant Minister for Foreign Affairs and Trade Matt Thistlethwaite di Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Kuota Indonesia tetap 5.000 visa pertama per tahun di bawah sistem baru.
Setelah sistem ballot berjalan, syarat SDUWHV direncanakan dihapus.
Sistem ballot elektroniknya masih dibangun oleh DFAT Australia.
Belum ada tanggal peluncuran. Sampai sistemnya aktif, proses SDUWHV yang lama masih berlaku.
Artinya buat kamu
Persetujuan bukan berarti sudah berjalan. Selama sistemnya belum aktif, alur yang sah masih memakai SDUWHV dari Ditjen Imigrasi.
Cara Kerja Ballot di Negara yang Sudah Menerapkannya
Tiongkok, India, dan Vietnam sudah memakai sistem ballot untuk Subclass 462. Mekanismenya bisa jadi gambaran bagaimana sistem Indonesia nanti bekerja, meski rinciannya belum tentu sama persis.
Pendaftaran ballot tahun program 2026-27 dibuka 4 Juni dan ditutup 25 Juni 2026.
Biaya pendaftaran ballot AUD 25, tidak dapat dikembalikan.
Mendaftar ballot bukan mengajukan visa. Yang terpilih baru mendapat undangan untuk mengajukan.
Yang terpilih diberi tenggat 28 hari untuk mengajukan permohonan visa.
Kuota: Tiongkok 5.000, Vietnam 1.500, India 1.000.
Artinya buat kamu
Kalau Indonesia mengikuti pola serupa, akan ada jendela pendaftaran yang singkat dan tenggat pengajuan yang ketat setelah terpilih. Dokumen yang sudah siap sejak awal jadi penentu, karena tidak ada waktu mengurus dari nol setelah undangan keluar.
Indonesia sedang bertransisi menuju sistem ballot untuk program Work and Holiday Visa (WHV). Selama masa transisi, SDUWHV masih berlaku bagi pemohon dari Indonesia.
Ke depannya, mekanisme SDUWHV direncanakan beralih secara bertahap seiring penerapan sistem ballot.
Karena itu, calon peserta tetap perlu mempersiapkan persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan sejak sekarang.
SDUWHV diterbitkan Ditjen Imigrasi dan ditujukan kepada Duta Besar Australia di Indonesia.
Dasarnya MoU Indonesia-Australia tahun 2009 dan Side Letter tahun 2019.
Surat ini punya masa berlaku. Permohonan visa harus diajukan sebelum masa berlakunya habis.
Artinya buat kamu
Sistem WHV Indonesia sedang beralih menuju mekanisme ballot. Selama masa transisi, SDUWHV masih menjadi bagian dari proses yang berlaku. Jadi, jangan menunggu sistem baru berjalan untuk mulai mempersiapkan diri.
Kebijakan visa dapat berubah sewaktu-waktu dan yang berwenang mengumumkannya
hanya pemerintah. Rangkuman di halaman ini kami perbarui berkala, tetapi
rujukan paling sahih tetap kanal resmi berikut:
Permohonan visa diajukan sendiri oleh pemohon melalui ImmiAccount, kanal resmi
Pemerintah Australia. Tidak ada pihak mana pun, termasuk OOH, yang bisa
mempercepat, memastikan kelolosan, atau membeli kuota. Waspadai tawaran
semacam itu.
Ingin tahu langkah yang tepat sesuai kondisimu saat ini?